welcome to my simple writing, may be useful for us all, amen

Akhirnya penyuntingan Campus Pelangi selesai juga, meski banyak yang belum sempurna. Namun, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan, jadi sepertinya tidak apa-apa jika blog saya ini tidak sempurna. (ngeles mode : ON) ^_^

Seperti yang saya tulis dalam ucapan Selamat Datang, Chu Pelangi, ini adalah tempat di mana ketujuh warna terkumpul. "Terkumpul" loh ya!, bukan "berkumpul". Sebab kata "terkumpul" dan "berkumpul" memiliki makna yang berbeda. "Berkumpul" artinya sengaja mengumpulkan diri, dan "terkumpul" artinya tidak sengaja berkumpul. Yah, begitulah kira-kira. :)

hooooh.. indahnya pelangi itu di antara derasnya air terjun di atas sungai yang tenang.. seandainya aku di sana.. dan menjadi sebutir embun di dalamnya

Rabu, 13 Oktober 2010

BAB I
INFORMASI UMUM


A. Visi, Misi dan Tujuan
1. Visi
Pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas, mandiri, kreatif dan produktif serta memiliki jiwa kewirausahaan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup dan kesejahteraan masyarakat serta menciptakan lapangan pekerjaan baru.
2. Misi
a. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mandiri, kreatif dan produktif
b. Membangkitkan semangat/jiwa kewirausahaan
c. Menciptakan lapangan pekerjaan baru
d. Memenuhi kebutuhan hidup
e. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat Melawi
3. Tujuan Program
Secara umum program ini bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat menuju kesejahteraan .
Bagi mahasiswa, tujuan dari Program Kreativitas Kemahasiswaan dalam bidang kewirausahaan ini adalah :
a. Merintis wirausaha baru untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pengemukan sapi yang berbasis Home Industri.
b. Dapat memasarkan sapi sebagai peningkatan usaha.
c. Dapat menunjukkan bahwa usaha pengemukan sapi dapat dijalankan untuk meningkatkan potensi bisnis.
d. Meransang kreativitas dan daya inovasi mahasiswa untuk menghasilkan produk innovatif yang bermanfaat
e. Membuka wawasan mahasiswa dan meningkatkan keterampilan dalam berwirausaha sehingga mampu mengadapi pesaingan bebas dengan cara menjadi entrepreneur muda indonesia.


f. Membuka wawasan masyarakat untuk memanfaatkan bagian non-kayu (bagian generatif) dari ekosistem Pengemukan sapi
g. Membantu memberikan kontribusi positif bagi pemerintah dalam usaha pemanfaatan pengemukan sapi yang seimbang antara ekonomis-ekologis
h. Memberikan stimulus untuk menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri terutama bagi masyarakat pesisir pantai terutama penciptaan lapangan kerja berbasis potensi lokal.

B. Fakultas dan Program Studi
1. Sekilas Tentang STKIP Melawi
Keberadaan Perguruan Tinggi di suatu daerah merupakan salah satu faktor penting dan sentral sebagai penunjang serta pendorong terwujudnya kemajuan daerah. Perguruan tinggi di suatu daerah memberi peluang dan kesempatan bagi anggota masyarakat untuk bisa menikmati pendidikan tinggi. Dengan terbukanya kesempatan bagi masyarakat untuk memasuki perguruan tinggi, bearti kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut bisa ditingkatkan. Dengan semakin meningkatnya pendidikan masyarakat maka kesejahteraan pun semakin meningkat pula.
Berkenaan dengan hal tersebut , maka keberadaan STKIP Melawi di daerah dengan dua program studi yaitu PGSD dan Penjaskesrek jenjang Strata Satu (S-1), kiranya cukup memberi angin segar bagi perkembangan dunia pendidikan di Kalimantan Barat ini. Dengan dikantonginya ijin penyelenggaraan dua program studi tersebut yakni melaui SK Dirjen DIKTI No 1391/D/T/2009, tanggal, 18 Agustus 2009 yang lalu, maka memantapkan langkah STKIP Melawi sebagai bagian tak terpisahkan dalam upaya mewujudkan tujuan pendidikan nasional yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.
STKIP Melawi sebagai salah satu Perguruan Tinggi Swasta baru yang berada di daerah telah memulai langkahnya sejak tahun 2007 dengan dibukanya program studi PGSD dan Penjaskes jenjang Dloma (D-II). Kedua program studi tersebut telah mendapat ijin operasional dengan dikeluarkannya SK,Dirjen DIKTI No.94/D/O/2007. Kemudian pada tahun 2009 status kedua program studi tersebut ditingkatkan dari D-II ke jenjang Strata Satu (S-1)


2. Keadaan Mahasiswa
Keberadaan STKIP dengan Program Studi PGSD dan Penjaskesrek cukup mendapat sambutan yang positif dari masyarakat. Kenyataan menunjukkan bahwa calon mahasiswa yang mendaftar/ masuk di STKIP Melawi dari tahun ke tahun sejak berdirinya tahun 2007 sampai sekarang cukup signifikan. Gambaran minat masyarakat terhadap STKIP Melawi dari tahun ke tahun tercermin pada data yang kami himpun sejak tahun pembelajaran 2007/2008 s.d. 2009/2010 sebagai beriku :

No. Tahun Guru Kelas Penjaskes Jumlah Keterangan
1. 2007 - 2008 350 95 D-II
2. 2008 - 2009 250 - D-II
3. 2009 - 2010 Reguler A = 95
Reguler B = 45 Reguler A = 36
Reguler B = 30 S-1

Keterangan : Reguler B adalah mahasiswa tranfer dari program D-II ke jenjang Srata Satu (S-1) STKIP Melawi

3. Struktur Organisasi dan Manajemen STKIP Melawi
a. Institusi STKIP Melawi
Institusi/lembaga STKIP Melawi digerakkan melalui organisasi dan manajemen yang dikelola oleh Satuan kerja yang terdiri dari; Ketua STKIP, Wakil Ketua 1 Bidang Akademik, Wakil Ketua 2 Bidang Adminstrasi dan Keuangan, Wakil Ketua 3 Bidang Kemahasiswaan, Kepala Tata Usaha dan beberapa bidang lainnya yang mendukung pelaksanaan Manajemen STKIP Melawi.
b. Kemahasiswaan
Adapun Organisasi dan Manajemen Kemahasiswaan adalah satuan unit kegiatan kemahasiswaan (UKM) yang dilaksanakan oleh mahassiswa, diantaranya :
1). Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
2). Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)
3). Persatuan Mahasiswa Katolik Indonesia (PMKRI)
4). Himpunan Mahasiswa Program Studi Guru Kelas
5). Himpunan Mahasiswa Program Studi Penjaskesrek

4. Data Personil/Tenaga Pengajar;
a. Jumlah Personil :
No. Uraian Jumlah
1. Ketua STKIP 1 orang
2. Wakil Ketua 3 orang
3. Kepala Tata Usaha 1 orang
4. Dosen Tetap 17 orang
5. Dosen Tidak Tetap 10 orang
6. Pegawai Tetap 4 orang
Jumlah 36 orang

b. Klasifikasi Pendidikan Tenaga Kependidikan :
No. Profesi Pendidikan
SD SLTP SLTA D3 S1 S2 S3 ∑
1. Tenaga Pengajar - - - - 16 11 5 17
2. Tenaga Tata Usaha - - 4 - - - 2
Jumlah - - 4 - 16 11 5 36

5. Data EPSBED (terlampir)

C. Arah Program Pengembangan Kewirausahaan
1. Ide Produk
Peluang peningkatan bisnis ternak sapi untuk pasar domestik sangat terbuka luas. Ternak sapi secara periodik memiliki permintaan yang tinggi yaitu menjelang Hari Raya Kurban. Selain itu ternak sapi juga dapat dikembangkan untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi daging harian.
Produk ikutan dalam usaha penggemukan sapi diluar daging adalah kulit. Permintaan kulit sebagai bahan baku aneka kerajinan dan bahan asesoris pakaian memiliki kecenderungan yang terus meningkat. Ada beberapa pengrajin kulit misalnya, terpaksa gulung tikar karena kesulitan memperoleh kulit sebagai bahan baku usahanya.
Mengingat begitu responnya para petani dalam kegiatan kemitraan agribisnis ternak sapi potong tersebut, serta kemampuan yang dimiliki para petani, sangat diharapkan sekali setiap anggota kelompok tani tersebut sangggup memelihara sapi sebanyak 3 ekor. Di samping itu pula dengan kemampuannya serta didukung pula oleh potensi daerah dan peluang pasar yang cukup baik, sehingga kebutuhan sapi untuk mengembangkan kegiatan tersebut sebanyak 30 ekor.
2. Deskripsi Usaha
Hasil penelitian Makarius dkk (2009) mempunyai peluang besar untuk dijadikan suatu inovasi wirausaha baru berskala home industri. Wirausaha baru di bidang pengemukan sapi ini sangat potensial menjadi unit usaha baru karena produk tersebut merupakan suatu inovasi.
3. Tahap Pemasaran yang akan Dilakukan
Meskipun banyak manfaat yang dapat diperoleh dari pengemukan sapi namun sayangnya sebagian besar dari pemanfaatan pengemukan sapi yang telah dilakukan oleh masyarakat umum cenderung bersifat iseng saja. Hal ini disebabkan karena masyarakat belum banyak yang tahu tentang pemanfaatan pengemukan sapi yang dapat bernilai ekonomis. Belum banyaknya ragam makanan dan minuman olahan yang diolah dari pengemukan sapi di pasaran merupakan factor utama yang memberi peluang produk sirup kami lebih mudah bersaing dengan produk lain dan dapat diterima di pasaran. Selama ini yang memanfaatkan pengemukan sapi hanya ada di luar pulau jawa yaitu di balikpapan, penjualan yang mereka lakukan pun dalam jumlah yang terbatas. Kondisi diatas kami anggap sebagai peluang untuk menggembangkan sebuah inovasi wirausaha baru di bidang pengemukan sapi yang akan dipasarkan.
Berpijak pada kondisi diatas, sapi bali tersebut masih dapat digemukan, maka dengan ini kelompok kami mengangkat masalah penggemukan sapi bali. melihat dari letak geografis diwilayah Melawi. Pengemukan ternak sapi sudah banyak dijumpai di pulau jawa tetapi tidak di daerah pedalaman seperti di Kabupaten Melawi.Ternak sapi mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia.Hal ini disebabkan karena ternak ini mempunyai fungsi yaitu:
a. Sebagai sumber protein hewani yang berkwalitas tinggi
b. Sebagai sumber pupuk kandang
c. Sebagai sumber pendapatan tambahan
d. Sebagai hewan yang dibutuhkan dalam acara gawai adat dan keagamaan.
Melihat fungsi dan peluang yang sangat besar ini bisa dijadikan seabagai peluang usaha walaupun dimulai dengan skala kecil yaitu 3 – 5 ekor. Didalam memasarkan kami menggunakan beberapa strategi yaitu strategi produk, harga, promosi dan distribusi.
1). Strategi Produk
Strategi produk dilakukan dengan upaya pemberian makanan yang cukup mengnadung gizi, supaya sapi dapat tumbuh dengan baik seperti apa yang diharapkan dan mampu menghasilkan produk yang sehat dan baik bagi konsumen.
2). Strategi Harga
Strategi harga kami lakukan berdasarkan harga pasar, harga produk yang ditetapkan adalah dibawah harga pasar, atau dengan kata lain harga produk kami lebih rendah bila dibandingkan dengan pedagang yang berasal dari pasar lainnya. Dalam memperluas pemasarannya maka diperlukan kerjasama dengan penyalur untuk menyampaikan produknya ke konsumen .
3). Strategi Distribusi dan Promosi
Dalam rangka memperluas daerah pemasaran, maka akan digunakan beberapa pedagang untuk memasarkan produk khususnya di pasar –pasar terdekat dan masyarkat sekitar.

4. Analisa Pemasaran Produk
Strategi pemasaran yang kami gunakan adalah :
a. Strategi Produk
Untuk mendukung tujuan kegiatan program, diperlukan langkah-langkah yang terprogram dan berkelanjutan, diantaranya adalah Survey dan analisa kelayakan pemasaran daging sapi.
b. Strategi Distribusi hasil produksi melalui :
1. Pedagang –pedagang kecil yang bersedia menjual produk yang dihasilkan.
2. Terminal/ pasar hewan sebagai sarana mengenalkan produk yang dihasilkan kepada masyarakat.
3. Orang-orang yang awalnya sebagai target mencoba sample produk
c. Strategi Harga
Strategi harga dilakukan berdasarkan harga pasar, harga produk yang ditetapkan adalah dibawah harga pasar dengan tetap menjaga kualitas produksi, dengan kata lain harga produk diusahakan lebih rendah bila dibandingkan dengan pesaing.


5. Organisasi Pengembangan Kewirausahaan
Oraganisasi pengembangan kewirausahaan adalah kelompok mahasiswa pengembangan kewirauassahaan STKIP Melawi

6. Sumber Daya Pendukung
a. Target Wilayah Geografis
Program integrasi usaha pembibitan dan penggemukan sapi potong akan dilaksanakan oleh Kelompok Tani-Ternak “ USAHA MANDIRI” Kab.Melawi. Secara geografis, Desa Poring terletak di sebelah utara Kabupaten Melawi dengan ketinggian antara 450-600 meter dari permukaan laut dengan luas total 230,14 hektar.
1). Potensi Pakan. Dilihat dari segi potensi sebagai sumber hijauan pakan ternak, wilayah ini mampu mencukupi kebutuhan pakan untuk populasi ternak yang ada saat ini baik pada musim kemarau maupun musim hujan. Populasi ternak yang ada saat ini yaitu 38 ekor sapi, 141 ekor kambing dan 399 ekor domba (sekitar 69,6 satuan ternak). Wilayah Desa Poring masih memiliki kapasitas tampung yang sangat memadai untuk pengembangan populasi ternak sapi. Wilayah Desa Poring mampu memproduksi 285,1 pakan hijauan (bahan kering pertahun) dan mampu menampung lagi sekitar 54 ST atau setara 54 ekor sapi dewasa. Produksi hijauan ini belum termasuk hijauan pakan budidaya, seperti rumput gajah dan leguminosa pohon yang bias dikombinasikan dengan kebun kopi dan karet. Beberapa anggota kelompok ternak dan masyarakat lainya telah mempunyai kebun pakan khusus yang ditanam pada tegalan atau lahan irigasi. Selain itu, potensi Jerami dapat diambil dalam jumlah yang melimpah dari wilayah Kab. Melawi secara cuma-cuma. Wilayah desa Poring juga memiliki sekitar 8 hektar lahan irigasi milik warga yang secara khusus dapat dimanfaatkan sebagai kebun HMT.
2). Potensi Sosial Ekonomi dan Budaya Masyarakat. Dari segi sosial ekonomi dan budaya, masyarakat telah terbiasa melakukan budidaya ternak sapi dengan sistem produksi induk anak (cow-calf operation) yang sifatnya sebagai usaha sampingan. Budaya masyarakat untuk berkelompok masih sangat kuat diantaranya, kelompok tani, kelompok arisan RT, kelompok yasinan dan beberapa kelompok seni dan budaya. Kekuatan budaya ini menjadi modal yang sangat penting sebagai modal dasar pengembangan kelompok agribisnis yang solid.

3). Potensi Pasar.
a). Pasar lokal
Pasar lokal dapat diartikan pasar tingkat Kecamatan dan kabupaten apabila kita lihat di pasar-pasar tersebut tidak sedikit para pedagang yang menjual daging sapi, terlebih lagi apabila pada hari-hari besar seperti Hari Raya Idul Fitri terjadi berbagai jamur di musim penghujan, banyak pedagang-pedagang baru untuk mencari keuntungan menjual daging sapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, di samping itu pula pada hari Raya Idul Adha, sesusai dengan tingkat ekonomi masyarakat yang dimilikitidak sedikit pula orang yang menyembelih untuk korbannya yaitu sapi. Keadaan tersebut di atas merupakan indicator bahwa kebutuhan daging sapi untuk di konsumsi semakin meningkat.
b). Peluang Pasar Regional dan Nasional
Pasar ini lebih luas lagi dari pasar lokal, tentunya kebutuhan daging sapi akan lebih banyak, mengingat meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk mengkonsumsi daging sapi, akan tetapi penyediaan masih berkurang. Dengan demikian, program tersebut perlu dikembangkan sehingga dapat memberian kontribusi kebutuhan yang lebih luas karena secara nasional maupun regional bahkan secara individu daging sapi yang di konsumsi masyarakat belum mencapai nilai rata-rata kebutuhan per kapitanya.
Apabila sekarang telah ada Pasar Ternak Regional Kabupaten Melawi sebagai tempat transaksi lintas Kabupaten dan Propinsi.
Untuk pemasaran ternak, wilayah desa memiliki jarak yang relative dekat dengan lokasi pasar hewan dan dapat melakukan kemitraan dengan mitra di daerah Nanga Pinoh dan sekitarnya.

4). Potensi Daerah
a). Letak Administratif
Desa Poring terletak + 15 km dari Ibu Kota Melawi. Secara umum Desa tersebut sudah terbuka artinya dapat dilalui kendaraan roda empat dan roda dua. Hal tersebut menunjukan telah tersedianya sarana dan prasarana transfortasi untuk kelancaran kegiatan ekonomi masyarakat


b). Keadaan Topografi
Desa tersebut di atas yang dicalonkan untuk kegiatan usaha agribisnis penggemukan ternak sapi potong merupak daratan tinggi, terletak 450 – 600 meter diatas permukaan laut. Desa Poring memiliki luas tanah 230,14 Ha. Terdiri dari lahan sawah 57 Ha dan darat 173 Ha.

7. Sumberdaya Alam
Jenis tanah yang terkandung di Desa Poring yaitu latosol merah coklat, pH beraneka ragam, produktifitas tanah sedang sampai tinggi, dan untuk penggunaan tahan untuk pesawahan, kebun, palawija, hortikultura dan perkebunan. Bahkan keadaan tanah tersebut sangat cocok pula pengembangan rumput unggul sebagai ternak sapi.
Tanaman palawija yang dapat digunakan sebagai pakan ternak sapi setiap musim, diwilayah Kabupaten Melawi dapat ditanam seluas 2.255 Ha. Terdiri dari tanaman jagung mencapai 2.085 Ha. Dan ubi jalar 170 Ha.
Sedangkan tanaman padi di Kabupaten Melawi terdiri dari jagung 150 Ha dan ubi jalar 25 Ha. Tanaman padi tersebut dapat ditanam setiap musimnya, hal tersebut menunjukan penyedian pakan untuk ternak tidak akan kekurangan, sehingga dengan demikian sangat menunjang sekali para petani untuk bergerak dalam agribisnis ternak sapi potong.

8. Sumberdaya Manusia
Petani tidak terlepas sebagai petani biasa (bercocok tanam) karena petani yang bergerak dalam bidang usaha tani tanaman pangan akan termotivasi dalam berusahanya.
Disamping modal, sarana produksi dan teknologi, petani sehingga sumberdaya manusia merupakan factor utama dalam melakukan kegiatan peningkatan produksi. Factor-faktor produksi tersebut merupakan suatu system artinya satu dan lainnya saling mendukung dan harus tersedia pada waktunya.
Kabupaten Melawi penduduk bermata pencaharian ada factor pertanian (pangan, peternakan, dan perikanan) serta telah memiliki pengetahuan. Sikap dan keterampilan (PSK) cukup baik karena berbagai teknologi pertanian sudah masuk dan menguasainya.
Sejalan dengan Program Dinas Pertanian tersebut di atas, sebagaian petani yang berada di desa tersebut akan memanfaatkan peluang mengingat kemampuan modal yang dimiliki oleh para petani dalam mengusahakan ternak sapi potong kurang mendukung. Petani yang bergerak pada usaha tani pangan ingin mengembangkan usahanya dalam kegiatan agribisnis ternak sapi potong.
BAB II
RANCANGAN PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA

A. Latar Belakang
Untuk memenuhi kebutuhan daging sapi masyarakat Indonesia, telah dipotong sekitar 1,5 juta ekor sapi lokal untuk menghasilkan kurang lebih 350.000 ton daging sapi yang diproduksi didalam negeri ditambah dengan mendatangkan sapi bakalan dari Australia tidak kurang dari 350.000 ekor dan impor daging beku sekitar 30.000 ton. Prospek penggemukan sapi potong cukup bagus sejalan dengan meningkatnya penduduk, maka kebutuhan protein kewani akan meningkat. Selain itu, menurunnya import sapi dari Amerika, Australia, India dan lain-lain karena penyakit Antrax, mulut dan kuku serta sapi gila, mendorong peternakan lokal menjadi trend dan banyak dilirik. Prospek lain yang mendorong adalah menguatnya isu lingkungan mendorong pemakaian pupuk dan perlakuan organik bagi tanaman meningkat (sapi penghasil utama pupuk organik dari hewan). Disamping itu trend harga sapi dari tahun ke tahun tidk pernah menurun, cenderung 5 – 8 % diatas rata-rata inflasi. Dan yang perlu dicatat adalah pengeluaran sapi siap potong dari Kabupaten Temanggung ke luar daerah (Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta dan lain-lain) tercatat sebanyak 150-175 ekor/bulan (Distanak Temanggung, 2008). Usaha ini diharapkan dapat mensuplai kebutuhan daging sapi lokal (Temanggung dan Magelang), regional (Semarang, Tegal dan Wonosobo) dan nasional (JABOTABEK, Bandung, JABAR).
Atas dasar kenyataan tersebut, maka sangat terbuka peluang bagi usaha penggemukan sapi khususnya diwilayah Temanggung. Bisnis penggemukan sapi potong dinilai dapat terintegrasi dengan bisnis lain dimana bahan baku pakan dapat diperoleh dengan mudah. Sementara itu, limbah kotoran sapi dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan pupuk organik yang saat ini permintaanya semakin meningkat. Dalam hubunganya dengan masyarakat sekitar, jenis usaha ini dapat menciptakan lapangan kerja baru. Selain itu, dengan adanya usaha ini diharapkan juga dapat memberikan edukasi bagi masyarakat sekitar dalam menumbuhkan jiwa wirausaha dengan memanfaatkan sumberdaya lokal. Dalam jangka panjang, usaha ini dapat dikembangkan melalui system pemberdayaan masyarakat sekitar dengan model inti-plasma atau model pola bagi hasil lainya.

Usaha penggemukan sapi potong merupakan salah satu peluang usaha yang prospektif yang dapat dikembangkan di kabupaten Subang. Hal ini dilatarbelakangi oleh semakin meningkatnya kebutuhan akan konsumsi daging di Indonesia dari tahun ke tahun, sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan rata-rata kualitas hidup masyarakat serta semakin tingginya kesadaran dari masyarakat untuk mengkonsumsi pangan dengan kualitas baik dan kuantitas yang cukup. Usaha penggemukan sapi potong juga relevan dengan upaya pelestarian sumberdaya lahan. Kotoran sapi yang diperoleh selama masa penggemukan, selain volumenya yang cukup besar juga memiliki berbagai kandungan senyawa dan mikroorganisme yang dapat digunakan untuk memperbaiki tekstur dan kesuburan tanah. Dalam tinjauan makro, pengembangan usaha penggemukan sapi juga merupakan salah satu upaya penghematan devisa. Pengembangan usaha penggemukan sapi merupakan salah satu upaya substitusi impor. Dengan demikian usaha penggemukan sapi sangat layak dalam tinjauan mikro, dan sangat terpuji dalam pandangan makro.

B. Program yang Diusulkan
1. Meningkatkan Kesejahteraan Melalui Usaha Penggemukan Sapi
2. Mengadakan jaringan kerja. Dalam hal ini kami akan mengadakan jaringan kerjasama dengan pedagang, media informasi promosi (radio,media cetak).
3. Mengadakan rapat-rapat (rapat pengurus jangka pendek dan jangka panjang)
4. Mengaset informasi yang masuk dan keluar pada pembukuan asset informasi
5. Melakukan kebijakan-kebijakan dalam mengambil keputusan yang tepat yang sifatnya mendesak.

C. Mekanisme dan Rancangan Aktivitas
1. Membagi tugas / job description sesuai dengan jabatan masing – masing
2. Membuat jadwal kerja kelompok
3. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan setiap hari berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan, dan berubah setiap 6 bulan sekali.






D. Jadwal Pelaksanaan

NO KEGIATAN BULAN KE
1 2 3 4 5 6
1 Pendahuluan
a. Persiapan 
b. Pembelian bibit dan sarana dan
prasana 
2 Pelaksanaan    
3 Tahap pengembangan     
4 Tahap pemasaran     
5 Tahap evaluasi   


E. Indikator Keberhasilan
1. Dapat memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya di Kabupaen Melawi
2. Dapat menciptakan peluang kerja

F. Sumber Daya yang di Butuhkan
1. Dana
2. Tenaga penyuluh/SDM
3. Sarana/prasarana
4. Sarana informasi. Sarana informasi dapat diperoleh dari internet, media cetak, siaran televisi
5. Dukungan dan kerjasama pihak terkait Dinas peternakan




G. Keberlanjutan
1. Membuka cabang-cabang baru di kecamatan-kecamatan Kabupaten Melawi.
2. Mengembangkan dan memasarkan hasil produk ke Kabupaten lain

H. Penanggung Jawab kegiatan
Pelaksana program kewirausahaan Bimbel ini adalah kelompok kewirausahaan Mahasiswa STKIP Melawi, yang terdiri dari :
1. Dosen Pembimbing : Yakobus Ason, S.Pd.M.Pd
2. Ketua Kelompok : Makarius Mateus
3. Anggota : Juliyanto
4. Anggota : Yosteng
5. Anggota : Ahmad Sabani
Halidin



















BAB III
PENGORGANISASIAN PROGRAM

A. Organisasi Pelaksanaan
Sebagai pelaksanaan Program kerja dan kegiatan peternakan STKIP Melawi, dibutuhkan kepengurusan yang mampu meningkatkan mutu serta mengembangkan kegiatan Sanggar Multisenam sehingga mencapai hasil tujuan yang diharapkan. Berkenaan dengan hal tersebut maka perlunya dibentuk struktur kepenggurusan Sanggar Multisenam beserta jop description masing-masing sebagai berikut:

1. Ketua : MAKARIUS MATEUS
a. Menyusun personil kelompok tani sesuai dengan jadwal agenda
b. Mengadakan kerjasama dengan unsure terkait
c. Memimpin seluruh kegiatan dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan penyelesaian hasil akhir
2. Sekretaris : JULIYANTO
a. Menyelesaikan/mengkoordinasikan urusan administrasi kegiatan peternakan
b. Mengkoordinasi pemasaran
c. Mewakili Ketua apabila Ketua berhalangan
d. Bertanggung jawab kepada Ketua pelaksana kegiatan peternakan
3. Bendahara : YOSTENG
a. Mengurus keuangan sesuai petunjuk Ketua
b. Bertanggung jawab kepada Ketua pelaksana kegiatan peternakan
4. Anggota : AHMAD SABANI
a. Mengawasi seluruh kegiatan peternakan
b. Melakukan pengamanan sebaik mungkin di lapangan dan sekitarnya, agar kegiatan peternakan dapat berjalan aman dan lancar.
5. Anggota : HALIDIN
a. Mengawasi seluruh kegiatan peternakan
b. Melakukan pengamanan sebaik mungkin di lapangan dan sekitarnya, agar kegiatan peternakan dapat berjalan aman dan lancar.


B. Mekanisme Koordinasi


















C. Mekanisme Monitoring dan Evaluasi
Monitor dan evaluasi dilakukan tiap bulan.
1. Rapat pengurus diadakan setiap akhir bulan mengenai laporan keuangan dan membahas permasalahan-permasalahan yang muncul untuk meningkatkan kinerja selanjutnya.
2. Monitor, evaluasi dan pelaporan dilakukan pada setiap kegiatan peternakan sesuai dengan tugas dan wewenangnya dan dibahas pada rapat pengurus setiap jangka pendek dan jangka panjang.










BAB IV
RANCANGAN ANGGARAN

Biaya Pra Operasional, biaya tetap, dan biaya opeasional Biaya investasi tetap Biaya (Rp)
Survey dan persiapan 3.000.000
1 unit kandang ( m2), Rp. 150.000/m2 20.500.000
1 paket peralatan kandang 2.000.000
Gudang pakan dan peralatan 2.000.000
Instalasi air 1.000.000
Instalasi pengolahan pupuk 2.000.000
Total Biaya tetap 33.000.000

Table 2. Biaya operasional
No Biaya operasional 1 periode (3 bulan) Biaya (Rp)
1 Pengadaan bakalan sapi 5 ekor 25.000.000
2 Konsentrat 5.500.000
3 Biaya hijauan pakan 8.000.000
4 Biaya perawatan kandang 500.000
5 Beban transport penjualan 1.500.000
6 Biaya obat-obatan dan vitamin 500.000
7 Biaya administrasi 600.000
8 Biaya cadangan 1.000.000
9 Sewa lahan kandang 1.500.000
Total Biaya Operasional 42.100.000








LAMPIRAN - LAMPIRAN :

1. SERTIFIKAT AKREDITAS PROGRAM STUDI (JIKA ADA)
2. LAPORAN EPSBDT MINIMAL 80 %
3. SURAT PERNYATAAN PIMPINAN PERGURUAN TINGGI
4. MOU UKM (JIKA ADA)
5. RIWAYAT HIDUP DOSEN PENDAMPING DAN PEMBINA DARI UKM
(Terlampir)
6. TIM PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA ( PMW ) PERSONALIA PELAKSANA / MAHASISWA
a. Ketua
1). Nama : MAKARIUS MATEUS
2). Tempat/ tanggal Lahir : Penyuguk, 12 Maret 1978
3). Jenis Kelamin : Laki-laki
4). Agama : Katolik
5). Alamat Tetap : Jl. Kota Baru KM, 09 nanga pinoh Kabupaten Melawi
Telepon /HP : 0852455906612
6). Alamat Sementara : -
7). Riwayat Pendidikan :
a). SDN : Nanga Kalan 1992
b). SLTP N : Ella Hilir 1995
c). SMA : Panca Setya Sintang 1998
d). PT : STKIP Melawi:
8). Motto hidup : Ora Et Labora
9). Pengalaman Organisasi : a). Ketua Osis SMP Ella Hilir 1993
b). Ketua PMKRI 2007 – sekarang
c). Presiden BEM STKIP Melawi 2009 – sekarang
10). e-mail : laskar_ngpc@ovi.com
11). Prestasi : -
12). Karya Tulis yang pernah dibuat : -



b. Sekretaris
1). Nama : JULIYANTO
2). Tempat/ tanggal Lahir : Tanjung Sari, 19 Juli 1986
3). Jenis Kelamin : Laki-laki
4). Agama : Islam
5). Alamat Tetap : Desa Tanjung Sari Kecamaan Nanga Pinoh – Melawi
Telepon / HP : 085750200115
6). Alamat Sementara : -
7). Riwayat Pendidikan :
a). SDN : SDN.40 Tanjung Sari 1999
b). SLTP N : 2 Nanga Pinoh 2002
c). SMA : 1 Nanga Pinoh 2005
d). PT : STKIP Melawi:
8). Motto hidup :
9). Pengalaman Organisasi : a) Ketua REMAS AS-SHOLAH 2004
b). Ketua PII 2008/2009
c). Komandan KSR 2009/2011
10). e-mail :
11). Prestasi : -
12). Karya Tulis yang pernah dibuat : -

c. Bendahara
1). Nama : YOSTENG
2). Tempat/ tanggal Lahir : Poring, 05 Oktober 1984
3). Jenis Kelamin : Laki-laki
4). Agama : Protestan
5). Alamat Tetap : Desa Poring Kec. Nanga Pinoh Kab.Melawi
Telepon/ HP : 085750211864
6). Alamat Sementara : -
7). Riwayat Pendidikan :
a). SDN : 13 Poring 1997
b). SLTP N : 01 Nanga Pinoh 2000
c). SMA : Eklesia nanga Pinoh 2004
d). PT : STKIP Melawi :
8). Motto hidup :
9). Pengalaman Organisasi : Ketua Karang Taruna Desa Poring 2004
10). e-mail :
11). Prestasi : -
12). Karya Tulis yang pernah dibuat : -

d. Anggota 1
1). Nama : AHMAD SABANI
2). Tempat/ tanggal Lahir : Tanjung Paoh, 06 Juni 1980
3). Jenis Kelamin : Laki-laki
4). Agama : Islam
5). Alamat Tetap : Desa Tanjung Paoh
Telepon/HP : 085215866107
6). Alamat Sementara : -
7). Riwayat Pendidikan :
a). SDN : 15 Tanjung Paoh 1993
b). SLTP N : 01 Nanga Pinoh 1996
c). SMA : SMA Muhammadiah Nanga Pinoh 1999
d). PT : STKIP Melawi
8). Motto hidup : -
9). Pengalaman Organisasi :
a). Ketua Remaja Mesjid Nurul hidayah 1999-2001
b). Ketua Pemuda Dan Olah Raga 2001-2002
c). Anngota IMM ( Ikatan Mahasiswa
Muhammadiah ) 2005-2006
b. Anggota FPM ( Forum Pemuda Melayu ) 2008-
Sekarang
10). e-mail :
11). Prestasi : -
12). Karya Tulis yang pernah dibuat : -




e. Aggota 2
1). Nama : HALIDIN
2). Tempat/ tanggal Lahir : Menukung, 16 Maret 1982
3). Jenis Kelamin : Laki-laki
4). Agama : Islam
5). Alamat Tetap : Jl.M.Nawawi Desa paal
Telepon / HP : 085751133126 / 081227647667
6). Alamat Sementara :
7). Riwayat Pendidikan :
a). SDN :12 Lahai 1993/1994
b). SLTP N : 1 Menukung 1997/1998
c). SMA : Pertanian Sintang 200/2001
c). PT : STKIP Melawi :
7). Motto hidup :
8). Pengalaman Organisasi : a). Ketua GMNI Melawi 2006
b). Satgana PMI KAL-BAR 2007
9). e-mail : chu.pelangi@yahoo.co.id
10). Prestasi : -
11). Karya Tulis yang pernah dibuat : -

f. Dosen Pembimbing


A. IDENTITAS DIRI
1. Nama : Yakobus Ason,S.Pd.,M.Pd.
2. Tempat/Tgl lahir : Ketapang, 01 Januari 1965
3. Alamat Asal : Jl.Birjen Katamso Sukaharja Ketapang
4. Alamat Sekarang : JL.Juang Km. 2 Nanga Pinoh
5. Alamat Email : yakobusason@yahoo.co.id
6. Telpon/HP : 08125675046



B. RIWAYAT PENDIDIKAN
1. SD : SDU Balai Semandang.
masuk tahun 1974 lulus tahun 1980
2. SMP : SMP USABA I Ketapang
masuk tahun 1980 lulus tahun 1983
3. SLA/SMA/SMK : SPG Negeri Ketapang
masuk tahun 1985 lulus tahun 1987
4. DIPLOMA : ....................................................................
masuk tahun ............lulus tahun...............
5. SARJANA (S-1) : IKIP PGRI Semarang
masuk tahun 1995 lulus tahun 1999
6. MAGIISTER (S-2) : PPs UHAMKA Jakarta
masuk tahun 2006 lulus tahun 2008.
7. DOKTOR (S-3) : ....................................................................
masuk tahun ........... lulus tahun .................
C. RIWAYAT PEKERJAAN
1. Tahun 1987/1988 : Guru honor di SD Usaba Ketapang
2. Tahun 1988/1989 : Guru di SD PL Boro Kulon Progo Yogyakarta
Pembimbing Asrama Panti Asuhan Putra Boro
3. Tahun 1989 - 1992 : Pendidikan Novisiat Calon Biarawan
4. Tahun 1992 – 2005 : Menjadi Biarawan Bruder FIC
5. Tahun 1992/1993 : Sebagai Guru di SD PL Surakarta
6. Tahun 1993 - 2003 : Sebagai Guru di SD PL Bernardus Semarang
7. Tahun 1999 - 2003 : Kepala SD PL Bernardus Semarang
8. Tahun 2003 – 2005 : Kepala SD PL St.Yosef Ketapang Kal –Bar
9. Tahun 2005 – 2008 : Guru/ Wk Kurikulum SMA Usaba Ketapang
10. Tahun 2006 – 2009 : Dosen/Direktur Akademi (AMKI ) Ketapang
11. Tahun 2008 : Konsultan pendidikan P2SATAP Kal-Bar
12. Tahun 2009 : Dosen/KTU STKIP Melawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar